SELAMAT DATANG DI POKER757 AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SE-INDONESIA Makna pemberian Angpao pada Tahun Baru Imlek | Kuy Dong
SELAMAT DATANG DI POKER757 MINIMAL DEPOSIT 25.000 DAN MINIMAL WITHDRAW 50.000, MENYEDIAKAN GAME BANDARQ , POKER ONLINE , BANDARPOKER , DOMINOQQ ONLINE , CAPSASUSUN , ADUQ , SAKONG , BANDAR66(NEW GAME) .

Makna pemberian Angpao pada Tahun Baru Imlek

Makna pemberian Angpao pada Tahun Baru Imlek


Pantengin-Kita - Angpao (Hanzi) adalah amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek. Sejak lama, warna merah melambangkan kebaikan dan kesejahteraan di dalam kebudayaan Tionghoa. Warna merah menunjukkan kegembiraan, semangat yang pada akhirnya akan membawa yang nasib baik bagi penerimanya.

Istilah angpao dalam kamus berbahasa Mandarin didefinisikan sebagai "uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah; bonus bayaran; uang bonus yang diberikan kepada pembeli oleh penjual karena telah membeli produknya; sogokan". Hong memiliki arti marga Hong; merah, populer, revolusioner, bonus". Bao memiliki arti "menutupi, membungkus, memegang, memasukkan, mengurusi, kontrak, kemasan, pembungkus, kontainer, tas, menerima, bungkusan".

Namun, makna angpao sebenarnya bukan hanya sekedar perayaan tahun baru Imlek semata karena angpao melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik, sehingga angpao juga ada di dalam beberapa perhelatan penting seperti pesta pernikahan, hari ulang tahun, syukuran naik rumah baru dan lain-lain yang bersifat suka cita.

Angpao pada tahun baru Imlek sendiri mempunyai istilah khusus yaitu “Ya Sui“, yang artinya hadiah yang diberikan untuk anak-anak berkaitan dengan pertambahan umur/pergantian tahun. Di zaman dulu, hadiah ini biasanya berupa manisan dan makanan. Untuk selanjutnya, karena perkembangan zaman, orang tua merasa lebih mudah memberikan uang dengan membiarkan anak-anak memutuskan hadiah apa yang akan mereka beli. Tradisi memberikan uang sebagai hadiah Ya Sui ini muncul sekitar zaman Ming dan Qing. Dalam satu literatur mengenai Ya Sui Qian dituliskan bahwa anak-anak menggunakan uang untuk membeli petasan dan manisan. Tindakan ini juga meningkatkan peredaran uang dan perputaran roda ekonomi di Tiongkok di zaman tersebut.

Menurut tradisi, pemberian uang angpao tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa aturan yang dipercaya harus dilakukan sebelum memberikan angpao. Tujuannya agar uang angpao itu tetap membawa keberuntungan.


Berikut aturan memberikan uang angpao sesuai tradisi:

1. Penerima angpao
Penerima angpao yang sudah pasti dapat adalah anak-anak. Selain itu, angpao juga wajib diberikan seorang anak (sudah menikah) kepada orangtuanya. Anak yang sudah menikah juga boleh menerima angpao, tetapi hanya dari orangtuanya saja. Mereka yang sudah dewasa dan mapan tetapi belum menikah, tetap berhak menerima angpao.

2. Nominal uang angpao
Jumlah uang angpao boleh berapa saja sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Namun menurut tradisi China, uang angpao tidak boleh mengandung angka 4, misalnya Rp 4.000 atau Rp 40.000 dan seterusnya. Pasalnya, angka 4 seperti menyebutkan kata mati.

Selain itu, jumlah uang angpao juga tidak boleh ganjil. Menurut tradisi, jumlah ganjil merupakan angka sial yang harus dihindari saat memberikan angpao.

3. Kata-kata pada amplop angpao
Kata-kata yang ditulis di amplop angpao sebaiknya berhubungan dengan kebahagiaan, kemakmuran, keberuntungan, kesehatan, dan panjang umur. Diharapkan, kata-kata tersebut bisa menjadi doa yang baik di tahun baru.

4. Uang angpao
Menurut tradisi lama, uang angpao yang diterima dari orang lain tidak boleh dibelanjakan, karena dianggap sebagai pemberian Dewa Cai Shen (Dewa Uang). Sebaiknya, uang angpao tersebut disimpan di kantong celana atau di dompet.

Terlepas dari semua itu, banyak orangtua yang berpesan, “jangan melihat angpao dari jumlah isinya, tetapi lihatlah dari warna merahnya (lambang keberuntungan dan kemakmuran) serta doa yang diberikan.”


0 Response to "Makna pemberian Angpao pada Tahun Baru Imlek"

Post a Comment